Sepak Bola

SEJARAH SEPAK BOLA

Sepak bola adalah permainan bola yang sangat populer dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan sebelas orang.
Sejarah
5.000 sebelum Masehi: Sepakbola dimainkan di Cina dengan nama tsu chu. Selain untuk melatih fisik tentara, permainan ini dipertandingkan saat kaisar ulang tahun.
3.000 sebelum Masehi: Orang Jepang memainkan Kemari. (sepak bola ala Jepang)
2.500 sebelum Masehi: Orang Mesir Kuno dan Timur Tengah memainkan sepakbola sebagai bagian dari ritual keagamaan. Hanya sedikit dokumen yang mendukung hipotesis ini. Tahun Masehi: Penemuan dokumen-dokumen sepakbola di Roma dan Yunani.
100-500: Orang Romawi menyebarkan permainan harpastrum ke wilayah Eropa.
217: Tentara Inggris mulai memainkan sepakbola setelah mengalahkan tentara Roma.
600-1600: Orang Meksiko dan Amerika Tengah membuat bola dari karet. Permainan di sana merupakan gabungan dari basket, voli dan sepakbola. Abad pertengahan: Italia, Prancis dan Eropa lainnya mulai menemukan sepakbola.
1100: Permainan sepakbola di Inggris dilakukan dengan brutal tanpa aturan.
1314: Raja Edward II melarang sepakbola.
1369: Raja Edward III meneruskannya.
1500: Italia menemukan calcio dengan pemain satu tim lebih dari 27 orang. Permainannya sangat sederhana: menendang, mengoper dan menggiring bola untuk di bawa ke garis gol. Belum ada gawang.
1561: Richard Mulcaster mengadopsi calcio dari Florence ini untuk diajarkan di sekolah-sekolah dasar dan menengah di Inggris.
1572: Ratu Elizabeth I serius melarang sepakbola dan menyediakan penjara bagi rakyatnya yang memaksa bermain.
1600-an: Orang Eskimo juga mulai memainkan aqsaqtuk atau bermain bola di atas es. Sebuah legenda menyebut orang dari dua desa bermain aqsaqtuk dengan panjang lapangan mencapai 13 kilometer.
1680: Di Inggris bermain bola mendapat perlindungan dari Raja Charles II.
1820-an: Sepakbola mulai dimainkan di universitas-universitas Amerika Serikat seperti Harvard, Princenton, dan Amherst.
1830-an: Sepakbola modern mulai tumbuh. Olahraga ini dimainkan oleh para pekerja saat istirahat atau oleh anak-anak yang bermasalah di rumah atau sekolah. Kerjasama tim mulai dirumuskan.
1848: Peraturan sepakbola mulai digodok di Universitas Cambridge, Inggris.
1862: Berdiri klub Oneida di Boston, satu klub sepakbola pertama di luar Inggris.
1863: Asosiasi Sepakbola (FA) Inggris didirikan.
1871: Pertandingan pertama antar wilayah oleh FA.
1883: Empat klub Inggris setuju membentuk asosiasi klub sepakbola dunia.
1885: Pertandingan antara negara pertama di luar Inggris, antara Amerika vs Kanada.
1885: Sepakbola profesional diperkenalkan.
1886: Rapat pertama pembentukan asosiasi sepakbola dunia.
1888: Sepakbola profesional diresmikan. Wasit mengendalikan penuh pertandingan.
1888: Tendangan penalti diperkenalkan.
1904: FIFA didirikan dengan anggota Prancis, Belgia, Denmark, Belanda, Spanyol, Swiss dan Swedia.
1908: Sepakbola menjadi olahraga di Olimpiade.
1913: FIFA menjadi anggota FA Internasional.
1930: Kejuaraan Dunia pertama di Uruguay. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) didirikan.
1938: Televisi BBC pertama kali menayangkan pertandingan sepakbola.
1958: Tayangan pertama Kejuaraan Dunia.
1966: Mulai ada tayang ulang untuk sebuah gol.
1977: Kejuaraan Dunia untuk usia di bawah 20 tahun.
1988: Kampanye fairplay.
1999: Kejuaraan pertama sepakbola perempuan.
2002: Jepang dan Korea merupakan negara pertama penyelenggara Piala Dunia di Asia.
2004: Perayaan seratus tahun FIFA.
2006: Piala Dunia 2006 di Jerman.
2010: Teknologi garis gawang di ujicoba.
Peraturan sepak bola
Peraturan resmi permainan sepak bola (Laws of the Game) adalah:
• Peraturan 1: Lapangan sepak bola
• Peraturan 2: Bola
• Peraturan 3: Jumlah Pemain
• Peraturan 4: Peralatan Pemain
• Peraturan 5: Wasit yang mengatur pertandingan
• Peraturan 6: Asisten wasit
• Peraturan 7: Lama Permainan
• Peraturan 8: Bola Keluar dan di Dalam Lapangan
• Peraturan 9: Cara Mendapatkan Angka
• Peraturan 10: Offside
• Peraturan 11: Pelanggaran
• Peraturan 12: Tendangan bebas
• Peraturan 13: Tendangan
• Peraturan 14: Lemparan dalam
• Peraturan 15: Tendangan gawang
Selain peraturan-peraturan di atas internasional , keputusan-keputusan Badan Asosiasi Sepak bola Daerah (IFAB) lainnya turut menambah peraturan dalam sepak bola.
Taktik Permainan
Taktik yang biasa dipakai oleh klub-klub sepak bola adalah sebagai berikut:
1. 4-4-2 (klasik: empat pemain belakang/skipper)
2. 4-4-2 (dengan dua gelandang sayap)
3. 4-4-1-1 (2 pasang gelandang sayap,satu gelandang serang dan striker tunggal)
4. 4-2-4 (2 sayap)
5. 4-3-2-1 (3 pemain gelandang tengah,2 gelandang serang,dan striker tunggal)
6. 4-3-1-2 (4 bek,3 gelandang bertahan,1 penyerang lubang,2 striker)
7. 4-5-1 (4 bek,2 sayap,3 gelandang,1 striker)
8. 4-3-3 (4 bek,3 gelandang bertahan,2 striker sayap,1 striker tengah)
9. 4-2-3-1 (2 bek tengah,2 bek sayap, 2 winger,1 penyerang lubang,1 striker)
10. 4-3-3 (2 bek sayap,2 bek tengah,2 sayap,1 gelandang bertahan,3 striker tengah)
11. 4-1-4-1 (4 bek,1 gelandang bertahan,4 gelandang,1 striker)
12. 3-4-3 (dengan winger)
13. 3-5-2 (dengan libero/sweeper)
14. 3-5-2 (tanpa libero/sweeper)
15. 3-6-1
16. 5-4-1
17. 5-3-2 ( 5 bek,3 pemain tengah,2 striker )
Taktik yang dipakai oleh sebuah tim selalu berubah tergantung dari kondisi yang terjadi selama permainan berlangsung. Pada intinya ada tiga taktik yang digunakan yaitu; Bertahan, Menyerang, dan Normal.
Daftar tim sepak bola di dunia
Daftar anggota FIFA
Saat ini ada 208 anggota FIFA, masing-masing diberikan kode negara.
Daftar timnas aktif
Negara Kode
Afganistan
AFG
Afrika Selatan
RSA
Republik Afrika Tengah
CTA
Albania
ALB
Aljazair
ALG
Amerika Serikat
USA
Andorra
AND
Angola
ANG
Anguilla
AIA
Antigua dan Barbuda
ATG
Antillen Belanda
ANT
Arab Saudi
KSA
Argentina
ARG
Armenia
ARM
Aruba
ARU
Australia
AUS
Austria
AUT
Azerbaijan
AZE
Bahama
BAH
Bahrain
BHR
Bangladesh
BAN
Barbados
BRB
Belarus
BLR
Belanda
NED
Belgia
BEL
Belize
BLZ
Benin
BEN
Bermuda
BER
Bhutan
BHU
Bolivia
BOL
Bosnia dan Herzegovina
BIH
Botswana
BOT
Brasil
BRA
Brunei
BRU
Bulgaria
BUL
Burkina Faso
BFA
Burundi
BDI
Kepulauan Cayman
CAY
Chad
CHA
Chili
CHI
Republik Rakyat Cina
CHN
Cina Taipei (Republik Cina)
TPE
Kepulauan Cook
COK
Republik Ceko
CZE
Denmark
DEN
Djibouti
DJI
Dominika
DMA
Republik Dominika
DOM
Ekuador
ECU
El Salvador
SLV
Eritrea
ERI
Estonia
EST
Ethiopia
ETH
Kepulauan Faroe
FRO
Fiji
FIJ
Filipina
PHI
Finlandia
FIN
Gabon
GAB
Gambia
GAM
Georgia
GEO
Ghana
GHA
Grenada
GRN
Guam
GUM
Guatemala
GUA
Guinea
GUI
Guinea Khatulistiwa
EQG
Guinea-Bissau
GNB
Guyana
GUY
Haiti
HAI
Honduras
HON
Hong Kong
HKG
Hongaria
HUN
India
IND
Indonesia
IDN
Inggris
ENG
Irak
IRQ
Iran
IRN
Republik Irlandia
IRL
Irlandia Utara
NIR
Islandia
ISL
Israel
ISR
Italia
ITA
Jamaika
JAM
Jepang
JPN
Jerman
GER
Kaledonia Baru
NCL
Kamboja
CAM
Kamerun
CMR
Kanada
CAN
Kazakhstan
KAZ
Kenya
KEN
Kirgizstan
KGZ
Korea Selatan
KOR
Korea Utara
PRK
Kuwait
KUW
Kolombia
COL
Komoro
COM
Republik Kongo
CGO
Republik Demokratik Kongo
COD
Kosta Rika
CRC
Kroasia
CRO
Kuba
CUB
Laos
LAO
Latvia
LVA
Negara Kode
Lebanon
LIB
Lesotho
LES
Liberia
LBR
Libya
LBY
Liechtenstein
LIE
Lituania
LTU
Luksemburg
LUX
Madagaskar
MAD
Makau
MAC
Republik Makedonia
MKD
Maladewa
MDV
Malawi
MWI
Malaysia
MAS
Mali
MLI
Malta
MLT
Maroko
MAR
Mauritania
MTN
Mauritius
MRI
Meksiko
MEX
Mesir
EGY
Moldova
MDA
Mongolia
MGL
Montenegro
MNE
Montserrat
MSR
Mozambik
MOZ
Myanmar
MYA
Namibia
NAM
Nepal
NEP
Nikaragua
NCA
Niger
NIG
Nigeria
NGA
Norwegia
NOR
Oman
OMA
Pakistan
PAK
Palestina (Otoritas Nasional Palestina)
PLE
Panama
PAN
Pantai Gading
CIV
Papua Nugini
PNG
Paraguay
PAR
Perancis
FRA
Peru
PER
Polandia
POL
Portugal
POR
Puerto Riko
PUR
Qatar
QAT
Rumania
ROU
Rusia
RUS
Rwanda
RWA
Saint Kitts dan Nevis
SKN
Saint Lucia
LCA
Saint Vincent dan Grenadines
VIN
Samoa
SAM
Samoa Amerika
ASA
San Marino
SMR
Sao Tome dan Principe
STP
Selandia Baru
NZL
Senegal
SEN
Serbia
SRB
Seychelles
SEY
Sierra Leone
SLE
Singapura
SIN
Siprus
CYP
Skotlandia
SCO
Slovenia
SVN
Slowakia
SVK
Kepulauan Solomon
SOL
Somalia
SOM
Spanyol
ESP
Sri Lanka
SRI
Sudan
SUD
Suriah
SYR
Suriname
SUR
Swaziland
SWZ
Swedia
SWE
Swiss
SUI
Tahiti
TAH
Tajikistan
TJK
Tanjung Verde
CPV
Tanzania
TAN
Thailand
THA
Timor Leste
TLS
Togo
TOG
Tonga
TGA
Trinidad dan Tobago
TRI
Tunisia
TUN
Turki
TUR
Turkmenistan
TKM
Kepulauan Turks dan Caicos
TCA
Uganda
UGA
Ukraina
UKR
Uni Emirat Arab
UAE
Uruguay
URU
Uzbekistan
UZB
Vanuatu
VAN
Venezuela
VEN
Vietnam
VIE
Kepulauan Virgin AS
VIR
Kepulauan Virgin Britania Raya
VGB
Wales
WAL
Yaman
YEM
Yordania
JOR
Yunani
GRE
Zambia
ZAM
Zimbabwe
ZIM

[sunting] Mantan Tim
Mantan anggota FIFA yang telah bersatu dengan negara lain, telah merdeka, terpecah, dan sebab-sebab lain.
Negara Kode
Aden
ADE
Republik Afrika Tengah
CAF
Republik Arab Bersatu
UAR
Bohemia
BOH
Borneo Utara
NBO
Burma
BUR
Cekoslowakia
TCH
Ceylon
CEY
Curaçao
CUR
Dahomey
DAH
Guyana Belanda
NGY
Guyana Britania
BGU
Hebrides Baru
HEB
Hindia-Belanda
DEI
Honduras Britania
BHO
India Britania
BIN
Jerman Barat
FRG
Jerman Timur
DDR
Kongo-Brazzaville
COB
Kongo-Kinshasa
CKN
Negara Kode
Palestina/Eretz Israel
PAL
Persemakmuran Negara-negara Merdeka
CIS
Pesisir Emas
GOC
Rhodesia
RHO
Rhodesia Selatan
SRH
Rhodesia Utara
NRH
Saarland
SAA
Samoa Barat
WSM
Serbia dan Montenegro
SCG
Siam
SIA
Taiwan
TAI
Tanganyika
TAA
Uni Soviet
URS
Vietnam Selatan
VSO
Vietnam Utara
VNO
Volta Hulu
UPV
Yaman Selatan
SYE
Yaman Utara
NYE
Yugoslavia
YUG
Zaire
ZAI

Ofisial
Sebuah pertandingan diperintah oleh seorang wasit yang mempunyai “wewenang penuh untuk menjalankan pertandingan sesuai Peraturan Permainan dalam suatu pertandingan yang telah diutuskan kepadanya” (Peraturan 5), dan keputusan-keputusan pertandingan yang dikeluarkannya dianggap sudah final. Sang wasit dibantu oleh dua orang asisten wasit (dulu dipanggil hakim/penjaga garis). Dalam banyak pertandingan wasit juga dibantu seorang ofisial keempat yang dapat menggantikan seorang ofisial lainnya jika diperlukan.selain itu juga mereka membutuhkan alat-alat untuk membantu jalannya pertandingan seperti:
1. papan pengganti pemain
2. meja dan kursi
Setiap tim maksimal memiliki sebelas pemain, salah satunya haruslah penjaga gawang. Kadang-kadang ada peraturan kejuaraan yang mengharuskan jumlah minimum pemain dalam sebuah tim (biasanya delapan). Sang penjaga gawang diperbolehkan untuk mengambil bola dengan tangan atau lengannya di dalam kotak penalti di depan gawangnya. Pemain lainnya dalam kedua tim dilarang untuk memegang bola dengan tangan atau lengan mereka ketika bola masih dalam permainan, namun boleh menggunakan bagian tubuh lainnya. Pengecualian terhadap peraturan ini berlaku ketika bola ditendang keluar melewati garis dan lemparan dalam dilakukan untuk mengembalikan bola ke dalam permainan. Sejumlah pemain (jumlahnya berbeda tergantung liga dan negara) dapat digantikan oleh pemain cadangan pada masa permainan. Alasan umum digantikannya seorang pemain termasuk cedera, keletihan, kekurangefektifan, perubahan taktik, atau untuk membuang sedikit waktu pada akhir sebuah pertandingan. Dalam pertandingan standar, pemain yang telah diganti tidak boleh kembali bermain dalam pertandingan tersebut.
Lapangan permainan
Lapangan yang digunakan biasanya adalah lapangan rumput yang berbentuk persegi empat. Dengan panjang 91.4 meter dan lebar 54.8 meter. Pada kedua sisi pendek, terdapat gawang sebesar 24 x 8 kaki, atau 7,32 x 2,44 meter.
Lama permainan
Lama permainan sepak bola normal adalah 2×45 menit, ditambah istirahat selama 15 menit (kadang-kadang 10 menit). Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan perpanjangan waktu selama 2×15 menit, hingga didapat pemenang, namun jika sama kuat maka diadakan adu penalti .
Lama permainan standar
Sebuah pertandingan dewasa yang standar terdiri dari dua babak yang masing-masing sepanjang 45 menit. Umumnya terdapat masa istirahat 15 menit di antara kedua babak tersebut.
Perpanjangan waktu dan adu penalti
Kebanyakan pertandingan biasanya berakhir setelah kedua babak tersebut, dengan sebuah tim memenangkan pertandingan atau berakhir seri. Meskipun begitu, beberapa pertandingan, terutamanya yang memerlukan pemenang mengadakan babak tambahan yang disebut perpanjangan waktu kala pertandingan berakhir imbang: dua babak yang masing-masing sepanjang 15 menit dimainkan. Hingga belum lama ini, IFAB telah mencoba menggunakan beberapa bentuk dari sistem ‘sudden death’, namun mereka kini telah tidak digunakan. Jika hasilnya masih imbang setelah perpanjangan waktu, beberapa kejuaraan mempergunakan adu penalti untuk menentukan sang pemenang. Ada juga kejuaraan lainnya yang mengharuskan pertandingan tersebut untuk diulangi. Perlu diperhatikan bahwa gol yang dicetak sewaktu babak perpanjangan waktu ikut dihitung ke dalam hasil akhir, berbeda dari gol yang dihasilkan dari titik penalti yang hanya digunakan untuk menentukan pemenang pertandingan.
Wasit sebagai pengukur waktu resmi
Wasit yang memimpin pertandingan 1orang dan di bantu 2 orang sebagai hakim garis. kemudian dibantu official wasit yang membantu apabila terjadi pergantian pemain
Percobaan penggunaan gol emas dan gol perak
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Gol perak dan Gol emas
Pada akhir 1990-an, IFAB mencoba membuat pertandingan lebih mungkin berakhir tanpa memerlukan adu penalti, yang sering dianggap sebagai cara yang kurang tepat untuk mengakhiri pertandingan.
Contohnya adalah sistem gol perak yang mengakhiri pertandingan jika sebuah gol dicetak pada perpanjangan waktu pertama, dan gol emas yang mengakhiri pertandingan jika sebuah gol dicetak pada perpanjangan waktu kedua.
Kedua sistem ini telah dihentikan oleh IFAB.
Kejuaraan internasional besar
Kejuaraan internasional terbesar di sepak bola ialah Piala Dunia yang diselenggarakan oleh Fédération Internationale de Football Association. Piala Dunia diadakan setiap empat tahun sekali. Lebih dari 190 timnas bertanding di turnamen kualifikasi regional untuk sebuah tempat di babak final. Turnamen babak final yang berlangsung selama empat minggu kini melibatkan 32 timnas (naik dari 24 pada tahun 1998).
Kejuaraan internasional yang besar di setiap benua adalah:
• Eropa: Piala Eropa atau dikenal dengan nama Euro
• Amerika Selatan: Copa América
• Afrika: Piala Afrika
• Asia: Piala Asia
• Amerika Utara: Piala Emas CONCACAF
• Oseania: Piala Oseania
Piala dunia mini (piala konfederasi)
Ajang tingkat klub terbesar di Eropa adalah Liga Champions lalu Europa League, sementara di Amerika Selatan adalah Copa Libertadores. Di Asia, Liga Champions Asia adalah turnamen tingkat klub terbesar.
Sepak bola sudah dimainkan di Olimpiade sejak tahun 1900. (kecuali pada Olimpiade tahun 1932 di Los Angeles). Awalnya ini hanya untuk pemain-pemain amatir saja, namun sejak Olimpiade Los Angeles 1984 pemain profesional juga mulai ikut bermain, disertai peraturan yang mencegah negara-negara daripada memainkan tim terkuat mereka. Pada saat ini, turnamen Olimpiade untuk pria merupakan turnamen U-23 yang boleh ditamnbahi 3 pemain di atas umur. Akibatnya, turnamen ini tidak mempunyai kepentingan internasional dan prestise yang sama dengan Piala Dunia, atau bahkan dengan Euro, Copa America atau Piala Afrika.
Sebaliknya, turnamen Olimpiade untuk wanita membawa prestise yang hampir sama seperti Piala Dunia Wanita FIFA; turnamen tersebut dimainkan oleh tim-tim internasional yang lengkap tanpa Setiap tim maksimal memiliki sebelas pemain, salah satunya haruslah penjaga gawang. Kadang-kadang ada peraturan kejuaraan yang mengharuskan jumlah minimum pemain dalam sebuah tim (biasanya delapan). Sang penjaga gawang diperbolehkan untuk mengambil bola dengan tangan atau lengannya di dalam kotak penalti di depan gawangnya. Pemain lainnya dalam kedua tim dilarang untuk memegang bola dengan tangan atau lengan mereka ketika bola masih dalam permainan, namun boleh menggunakan bagian tubuh lainnya. Pengecualian terhadap peraturan ini berlaku ketika bola ditendang keluar melewati garis dan lemparan dalam dilakukan untuk mengembalikan bola ke dalam permainan. Sejumlah pemain (jumlahnya berbeda tergantung liga dan negara) dapat digantikan oleh pemain cadangan pada masa permainan. Alasan umum digantikannya seorang pemain termasuk cedera, keletihan, kekurangefektifan, perubahan taktik, atau untuk membuang sedikit waktu pada akhir sebuah pertandingan. Dalam pertandingan standar, pemain yang telah diganti tidak boleh kembali bermain dalam pertandingan tersebut.
Lapangan permainan
Lapangan yang digunakan biasanya adalah lapangan rumput yang berbentuk persegi empat. Dengan panjang 91.4 meter dan lebar 54.8 meter. Pada kedua sisi pendek, terdapat gawang sebesar 24 x 8 kaki, atau 7,32 x 2,44 meter.
Lama permainan
Lama permainan sepak bola normal adalah 2×45 menit, ditambah istirahat selama 15 menit (kadang-kadang 10 menit). Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan perpanjangan waktu selama 2×15 menit, hingga didapat pemenang, namun jika sama kuat maka diadakan adu penalti.
Lama permainan standar
Sebuah pertandingan dewasa yang standar terdiri dari dua babak yang masing-masing sepanjang 45 menit. Umumnya terdapat masa istirahat 15 menit di antara kedua babak tersebut.
Perpanjangan waktu dan adu penalti
Kebanyakan pertandingan biasanya berakhir setelah kedua babak tersebut, dengan sebuah tim memenangkan pertandingan atau berakhir seri. Meskipun begitu, beberapa pertandingan, terutamanya yang memerlukan pemenang mengadakan babak tambahan yang disebut perpanjangan waktu kala pertandingan berakhir imbang: dua babak yang masing-masing sepanjang 15 menit dimainkan. Hingga belum lama ini, IFAB telah mencoba menggunakan beberapa bentuk dari sistem ‘sudden death’, namun mereka kini telah tidak digunakan. Jika hasilnya masih imbang setelah perpanjangan waktu, beberapa kejuaraan mempergunakan adu penalti untuk menentukan sang pemenang. Ada juga kejuaraan lainnya yang mengharuskan pertandingan tersebut untuk diulangi. Perlu diperhatikan bahwa gol yang dicetak sewaktu babak perpanjangan waktu ikut dihitung ke dalam hasil akhir, berbeda dari gol yang dihasilkan dari titik penalti yang hanya digunakan untuk menentukan pemenang pertandingan.
Piala dunia mini (piala konfederasi)
Ajang tingkat klub terbesar di Eropa adalah Liga Champions lalu Europa League, sementara di Amerika Selatan adalah Copa Libertadores. Di Asia, Liga Champions Asia adalah turnamen tingkat klub terbesar.
Sepak bola sudah dimainkan di Olimpiade sejak tahun 1900. (kecuali pada Olimpiade tahun 1932 di Los Angeles). Awalnya ini hanya untuk pemain-pemain amatir saja, namun sejak Olimpiade Los Angeles 1984 pemain profesional juga mulai ikut bermain, disertai peraturan yang mencegah negara-negara daripada memainkan tim terkuat mereka. Pada saat ini, turnamen Olimpiade untuk pria merupakan turnamen U-23 yang boleh ditamnbahi 3 pemain di atas umur. Akibatnya, turnamen ini tidak mempunyai kepentingan internasional dan prestise yang sama dengan Piala Dunia, atau bahkan dengan Euro, Copa America atau Piala Afrika.
Sebaliknya, turnamen Olimpiade untuk wanita membawa prestise yang hampir sama seperti Piala Dunia Wanita FIFA; turnamen tersebut dimainkan oleh tim-tim internasional yang lengkap tanpa batasan umur.
Sepak bola di Indonesia
Permainan sepak bola di Indonesia juga berkembang pesat. Ini ditandai dengan berdirinya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada tahun 1930 di Yogyakarta yang diketuai oleh Soeratin Sosrosoegondo. Untuk menghargai jasanya, mulai tahun 1966 diadakan kejuaraan sepak bola Piala Soeratin (Soeratin Cup) yakni kejuaraan sepak bola tingkat taruna remaja. Pada saat ini permainan sepak bola digemari oleh hampir seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.
Lihat pula
Organisasi
• FIFA (Dunia)
• UEFA (Eropa)
• CONMEBOL (Amerika Latin)
• CONCACAF (Amerika Utara)
• AFC (Asia)
• CAF (Afrika)
• OFC (Oseania)
Jenis lainnya
• Sepak bola wanita
• Sepak bola Paralimpik (untuk orang cacat)
• Sepak bola ruangan (indoor): five a side football, futsal dan indoor soccer
• Futsal
• Sepak bola tarkaw
Elemen permainan
• Peraturan gol tandang (away goals)
• Adu penalti, biasanya diwakili oleh 5 pemain dari masing-masing tim.
• Formasi – posisi tim di lapangan
• Hattrick, terjadi apabila seorang pemain dapat mencetak 3 gol kegawang lawan dalam 1 pertandingan.
• Taktik dan kemampuan individual – catatan mengenai cara bermain sepak bola
• Posisi – posisi pemain
• Quattrick, terjadi apabila seseorang pemain mencetak 4 gol dalam 1 pertandingan
• Quintrick,terjadi apabila seorang pemain mencetak 5 gol dalam 1 pertandingan
• Sextrick,terjadi apabila seorang pemain mencetak 6 gol dalam 1 pertandingan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Untuk kegunaan lain dari Liga Champions, lihat Liga Champions (disambiguasi).
Liga Champions UEFA

Logo resmi Liga Champions UEFA
Dibentuk 1955 (menggunakan format kini sejak 1992)
Wilayah Eropa (UEFA)

Jumlah tim 32 (babak penyisihan grup)
76 atau 77 (keseluruhan)
Juara bertahan Barcelona (kali ke-4)

Klub tersukses Real Madrid (9 kali)

Stasiun televisi penyiar Daftar stasiun televisi penyiar

Situs web
Situs web resmi

Liga Champions UEFA 2011–2012

Liga Champions UEFA (bahasa Inggris: UEFA Champions League) adalah kejuaraan antarklub sepak bola tahunan antara klub-klub sepak bola tersukses di Eropa, dan sering dianggap sebagai trofi tingkat klub yang paling prestisius di Eropa.
Sejarah
Kejuaraan ini pertama kali dicetuskan oleh salah satu majalah olah raga Perancis. Trofi berbentuk piala yang dijuluki “The Big Ears” (Telinga Besar),dan trofi pertama berbeda dengan yang sekarang diperebutkan (dibuat oleh Stadellman). Piala yang diperebutkan sekarang adalah edisi ke-6. Pada awalnya kejuaraan memperebutkan piala bernama Piala Juara Klub Eropa atau European Champion Clubs’ Cup, yang biasanya disingkat menjadi Piala Eropa (European Cup, dan berbeda dari Piala Eropa seperti yang dikenal di Indonesia sekarang ini yang merujuk kepada European Championship). Kejuaraan ini dimulai pada musim 1955/56 dengan menggunakan sistem gugur dua leg, yaitu setiap tim bermain dua pertandingan, satu tandang dan satu di kandang, dan tim dengan skor rata-rata tertinggi maju ke babak berikutnya. Hanya tim-tim juara liga di masing-masing negara, ditambah dengan pemegang juara pada saat itu, yang berhak ikut ajang kompetisi ini.
Format baru
Format dan namanya kemudian diganti pada musim 1992/93. Mulai saat itu, kejuaraan mempunyai tiga babak kualifikasi, satu babak kompetisi grup (tim-tim bermain dalam bentuk “tandang-kandang” seperti kompetisi reguler), dan kemudian empat babak final dengan sistem gugur. Semua babak kualifikasi dan pertandingan dengan sistem gugur dilangsungkan dengan dua leg, kecuali pertandingan final yang merupakan pertandingan tunggal yang diselenggarakan di sebuah tempat yang telah ditentukan oleh UEFA.
Pemegang gelar juara terbanyak
Real Madrid CF telah menjuarai kompetisi ini sembilan kali dan menjadi yang terbanyak di seluruh Eropa. Tim-tim yang paling sukses berikutnya adalah AC Milan (7 kali juara), Liverpool FC (5 kali juara), FC Bayern München, AFC Ajax dan FC Barcelona (4 kali juara), Manchester United dan Internazionale Milan (3 kali juara).
Serba-serbi Champions League
Musik yang mengiringi awal setiap siaran televisi kejuaraan ini digubah oleh Tony Britten, berdasarkan lagu gubahan George Frideric Handel yang berjudul Zadok the Priest, dan dibawakan oleh Chorus of the Academy of St. Martin in the Fields dan Royal Philharmonic Orchestra.
Khusus bagi tim yang pernah juara Liga Champions minimal 5 kali tidak berturut-turut atau 3 kali berturut-turut, di lengan baju kiri akan terdapat logo Liga Champions dan tertulis jumlah piala yang dikoleksi. Seperi Ajax misalnya, karena juara pada tahun 1971, 1972 dan 1973 di lengan baju kiri terdapat logo Liga Champions disertai dengan jumlah piala yang didapat.
Tim yang mengenakan logo Champion di lengan yaitu: Real Madrid (juara 9 kali), AC Milan (juara 7 kali), Liverpool (juara 5 kali), Bayer Muenchen (juara 74, 75 dan 76) Ajax (juara 71, 72, dan 73) dan F.C Barcelona (juara 92,06,09,dan 2011)
Dalam 19 musim terakhir, hanya ada satu tim yang berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions (saat itu format dan namanya masih Piala Champions) selama dua musim berturut-turut, yaitu AC Milan yang kala itu masih berpredikat The Dream Team. Namun, setelah diubah formatnya menjadi Liga Champion, belum ada satu timpun yang berhasil mempertahankan gelar juaranya. Milan dan Juventus adalah tim dalam 15 musim terakhir yang berhasil meraih final secara 3 kali berturut-turut. Milan (1993, 1994 (Juara), dan 1995) dan Juventus(1996(Juara), 1997, dan 1998).
Pada akhir musim 2004/05 terjadi masalah. Liverpool yang juara Liga Champions pada musim itu berhak lolos langsung ke babak penyisihan musim depan, namun Liverpool di liga domestik ada di peringkat lima. Everton yang merupakan peringkat 4 mengajukan protes, sehingga Liverpool dan Everton tetap ikut Liga Champions musim depan (Everton lewat kualifikasi) dan Inggris pun punya lima tim ke Liga Champions (terbanyak dalam satu negara).
Kualifikasi
Kualifikasi untuk Liga Champions ditentukan oleh posisi tim-tim di liga domestik dan melalui sistem kuota; negara-negara yang mempunyai liga domestik yang lebih kuat diberikan lebih banyak tempat. Klub yang bermain di liga domestik yang lebih kuat juga mulai ikut pada babak yang lebih akhir. Misalnya, tiga liga terkuat, menurut peringkat UEFA, akan melihat juara dan runner-upnya langsung masuk ke babak fase grup, dan peringkat ketiga dan keempat masuk pada babak kualifikasi ketiga. Ada pengecualian pada peraturan ini; juara bertahan Liga Champions lolos secara otomatis ke babak grup tanpa tergantung posisi akhirnya di liga domestik. Dalam perputaran kompetisi liga Champion klub-klub bertarung sengit untuk menempati posisi teratas sehingga layak ikut serta kejuaraan ini.

Final
Musim Juara Hasil Runner-up Tempat
2011/12
(detil)
Allianz Arena,
Munich

2010/11
(detil)
FC Barcelona

3–1 Manchester United

Stadion Wembley,
London

2009/10
(detil)
Internazionale Milano

2–0 Bayern munich

Stadion Santiago Bernabéu,
Madrid

2008/09 (detil)
FC Barcelona

2–0 Manchester United

Stadio Olimpico,
Roma

2007/08
(detil)
Manchester United

1–1
perp. waktu
Chelsea

Stadion Luzhniki,
Moskwa

6-5 melalui adu penalti

2006/07
AC Milan

2–1 Liverpool

Stadion Olimpiade,
Athena

2005/06
Barcelona

2–1 Arsenal

Stade de France,
Saint-Denis

2004/05
Liverpool

3–3
perp. waktu
AC Milan

Atatürk Olimpiyat Stadyumu,
İstanbul

3-2 melalui adu penalti

2003/04
Porto

3–0 Monaco

Arena AufSchalke,
Gelsenkirchen

2002/03
AC Milan

0–0
perp. waktu
Juventus

Old Trafford,
Manchester

3-2 melalui adu penalti

2001/02
Real Madrid

2–1 Bayer Leverkusen

Hampden Park,
Glasgow

2000/01
Bayern München

1–1
setsd Valencia

San Siro,
Milan

5-4 melalui adu penalti

1999/00
Real Madrid

3–0 Valencia

Stade de France,
Saint-Denis

1998/99
Manchester United

2–1 Bayern München

Camp Nou,
Barcelona

1997/98
Real Madrid

1–0 Juventus

Amsterdam ArenA,
Amsterdam

1996/97
Borussia Dortmund

3–1 Juventus

Olympiastadion,
Muenchen

1995/96
Juventus

1–1
perp. waktu
Ajax

Stadio Olimpico,
Roma

4-2 melalui adu penalti

1994/95
Ajax

1–0 AC Milan

Stadion Ernst Happel,
Wina

1993/94
AC Milan

4–0 Barcelona

Stadion Spiros Louis,
Athena

1992/93
Marseille

1–0 AC Milan

Olympiastadion,
Muenchen

1991/92
Barcelona

1–0
perp. waktu
Sampdoria

Wembley,
London

1990/91
Crvena Zvezda

0–0
perp. waktu
Marseille

Stadio San Nicola,
Bari

5–3 melalui adu penalti

1989/90
AC Milan

1–0 Benfica

Stadion Prater,
Wina

1988/89
AC Milan

4–0 Steaua Bucharest

Camp Nou,
Barcelona

1987/88
PSV Eindhoven

0–0
perp. waktu
Benfica

Neckarstadion,
Stuttgart

6-5 melalui adu penalti

1986/87
Porto

2–1 Bayern München

Stadion Prater,
Wina

1985/86
Steaua Bucharest

0–0
perp. waktu
Barcelona

Sánchez Pizjuán,
Sevilla

2-0 melalui adu penalti

1984/85
Juventus

1–0 Liverpool

Stadion Heysel,
Brussel

Tragedi Heysel terjadi di final ini.
Akibatnya, semua tim Inggris dilarang bermain dalam semua kejuaraan yang diselenggarakan UEFA selama lima tahun.
1983/84
Liverpool

1–1
perp. waktu
Roma

Stadio Olimpico,
Roma

4-2 melalui adu penalti

1982/83
Hamburg

1–0 Juventus

Stadion Spiros Louis,
Athena

1981/82
Aston Villa

1–0 Bayern München

De Kuip,
Rotterdam

1980/81
Liverpool

1–0 Real Madrid

Parc des Princes,
Paris

1979/80
Nottingham Forest

1–0 Hamburg

Santiago Bernabéu,
Madrid

1978/79
Nottingham Forest

1–0 Malmö

Olympiastadion,
Muenchen

1977/78
Liverpool

1–0 Club Brugge

Wembley,
London

1976/77
Liverpool

3–1 Borussia Mönchengladbach

Stadio Olimpico,
Roma

1975/76
Bayern München

1–0 Saint-Etienne

Hampden Park,
Glasgow

1974/75
Bayern München

2–0 Leeds United

Parc des Princes,
Paris

1973/74
Bayern München

1–1
perp. waktu
Atlético de Madrid

Stadion Heysel,
Brussel

Bayern Muenchen memenangi final ulangan, 4–0

1972/73
Ajax

1–0 Juventus

Crvena Zvezda,
Beograd

1971/72
Ajax

2–0 Inter Milan

De Kuip,
Rotterdam

1970/71
Ajax

2–0 Panathinaikos

Wembley,
London

1969/70
Feyenoord

2–1
perp. waktu
Celtic

San Siro,
Milan

1968/69
AC Milan

4–1 Ajax

Santiago Bernabéu,
Madrid

1967/68
Manchester United

4–1
perp. waktu
Benfica

Wembley,
London

1966/67
Celtic

2–1 Inter Milan

Estádio Nacional,
Lisboa

1965/66
Real Madrid

2–1 Partizan Belgrade

Stadion Heysel,
Brussel

1964/65
Inter Milan

1–0 Benfica

San Siro,
Milan

1963/64
Inter Milan

3–1 Real Madrid

Stadion Prater,
Wina

1962/63
AC Milan

2–1 Benfica

Wembley,
London

1961/62
Benfica

5–3 Real Madrid

Olympisch Stadion,
Amsterdam

1960/61
Benfica

3–2 Barcelona

Stadion Wankdorf,
Bern

1959/60
Real Madrid

7–3 Eintracht Frankfurt

Hampden Park,
Glasgow

1958/59
Real Madrid

2–0 Stade de Reims

Neckarstadion,
Stuttgart

1957/58
Real Madrid

3–2
perp. waktu
AC Milan

Stadion Heysel,
Brussel

1956/57
Real Madrid

2–0 Fiorentina

Santiago Bernabéu,
Madrid

1955/56
Real Madrid

4–3 Stade de Reims

Parc des Princes,
Paris

perp. waktu = hasil setelah perpanjangan waktu; setsd = setelah perpanjangan waktu sudden death
Distribusi Juara Berdasarkan Negara
• Spanyol (13 gelar juara)
• Italia (12 gelar juara)
• Inggris (11 gelar juara)
• Jerman (6 gelar juara)
• Belanda (6 gelar juara)
• Portugal (4 gelar juara)
• Perancis (1 gelar juara)
• Rumania (1 gelar juara)
• Yugoslavia (1 gelar juara)
• Skotlandia (1 gelar juara)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s